PERMINTAAN KE ATAS FAKTOR – FAKTOR PRODUKSI

Ni Wayan Dyta Diantari

( 07.02.02.046 )

I. PENTINGNYA ANALISA PENENTUAN HARGA FAKTOR

v Menganalisis Pengalokasian Faktor – Faktor Produksi

Memaksimumkan produksi dapat diciptakan oleh sumber daya yang tersedia. Di dalam setiap perusahaan usaha untuk menciptakan pengalokasian factor – factor produksi yang optimal harus dijalankan. Tindakan itu akan membantu tujuan keseluruhan perekonomian untuk mengalokasikan sumber – sumber daya dalam perekonomian secara efisien. Keuntungan & ketahanan (survival ) perusahaan tergantung pada kemampuan perusahaan untuk menggunakan factor – factor produksi yang dapat diperolehnya secara efisien.

v Pendapatan Faktor Produksi & Distribusi Pendapatan

Setiap factor produksi dalam perekonomian adalah milik seseorang. Pemiliknya menjual factor produksi tersebut kepada para pengusaha, & sebagai balas jasa, mereka akan memperoleh pendapatan. Tenaga kerja mendapat gaji & upah. Tanah memperoleh sewa. Modal memperoleh bunga & keahlian keusahawanan memperoleh keuntungan. Pendapatan yang diterima masing – masing factor produksi tergantung harga & jumlah yang digunakan.

Harga adalah jumlah pendapatan yang diperoleh berbagai factor produksi yang digunakan untuk menghasilkan suatu barang. Hasil penjualan adalah jumlah dari seluruh pendapatan factor produksi yang digunakan. Pendapatan nasional adalah nilai seluruh barang & jasa yang diproduksi oleh perusahaan – perusahaan yang ada di dalam negera tsb, & merupakan jumlah pendapatan berbagai factor produksi yang ada dalam perekonomian.

Analisis mengenai permintaan ke atas factor produksi tidakk hanya akan menjelaskan tentang penentuan harga factor produksi tapi juga pendapatan dari masing – masing factor produksi & distribusi pendapatan ke berbagai jenis factor produksi. Teori tentang penentuan harga factor produksi = teori distribusi.

II. TEORI PRODUKTIVITAS MARGINAL

Suatu factor produksi akan menciptakan keuntungan yang paling maksimum apabila ongkos produksi tambahan yang dibayarkan kepada factor produksi itu = hasil penjualan tambahan yang diperoleh dari produksi tambahan yang diciptakan oleh factor produksi tsb.

Ø Menentukan Jumlah Faktor Produksi Yang Digunakan

Pada tingkat penggunaan factor produksi tertentu, produsen telah mencapai keuntungan maksimum. Apabila penggunaan factor produksi terus bertambah, keuntungan akan berkurang & apabila factor produksi yang digunakan dikurangi, keuntungan juga akan berkurang.

Ø Permintaan ke Atas Faktor Produksi

Dalam teori ini terlebih dahulu perlu dibuat beberapa permisalan

- Perusahaan menjual barang dalam pasar persaingan sempurna, harga barang tidak berubah walaupun jumlah yang dijual berbeda.

- Hanya 1 saja factor produksi yang jumlah penggunaannya dapat diubah – ubah. Misalnya tenaga kerja.

- Perusahaan membeli factor produksi yang dapat mengalami perubahan itu dalam pasar factor produksi yang bersifat persaingan sempurna.

Berdasarkan permisalan tsb, hubungan diantara banyaknya faktor produksi yang digunakan dengan tambahan hasil penjualan ditunjukkan dalam tabel berikut :

Jumlah

Jumlah

Produksi

Harga

Hasil

Hasil

Tenaga

Produksi

Fisik

Barang

Penjualan

Penjualan

Kerja

Fisik

Marginal

Total

Produksi

(Rp)

Marginal

(MPP)

(Rp)

(TRP)

(MPR) (Rp)

0

0

100

0

> 24

> 2400

1

24

100

2.400

> 20

> 2000

2

44

100

4.400

> 16

> 1600

3

60

100

6.000

> 12

> 1200

4

72

100

7.200

> 8

>200

5

80

100

8.000

> 4

>400

6

84

100

8.400

> 2

>200

7

86

100

8.600

Ø Tingkat Produksi & Hasil Penjualan

Pertambahan produksi dinamakan Produksi fisik Marginal atau MPP (Marginal Physical Product). Sedangkan jumlah produksi fisik adalah TPP atau total physical product. Hasil penjualan produksi total adalah total revenue product (TRP). Hasil penjualan produksi marginal yaitu marginal revenue product (MRP).

Ø Jumlah Faktor Produksi yang Digunakan

Ditinjau dari sudut penggunaan factor – factor produksi, seorang produsen akan memaksimumkan keuntungannya apabila melakukan kegiatan produksi sampai pada tingkat dimana hasil penjualan marginal = harga faktor


III. PERSAINGAN TIDAK SEMPURNA & PERMINTAAN KE ATAS FAKTOR PRODUKSI

Q Permintaan Faktor : Contoh Angka

Dalam pasar barang yang bersifat persaingan tidak sempurna harga akan menjadi semakin rendah pada tingkat produksi / penjualan barang yang semakin tinggi. Harga yang semakin rendah ini menyebabkab hasil penjualan dan hasil penjualan marginal pada setiap tingkat penggunaan tenaga kerja adalah lebih rendah dari yang terdapat dalam pasar persaingan sempurna. Angka – angka dalam tabel berikut akan membuktikan kebenaran pernyataan tsb :

Jumlah

Jumlah

Produksi

Harga

Hasil

Hasil

Tenaga

Produksi

Fisik

Barang

Penjualan

Penjualan

Kerja

Marginal

Total

Marginal

(Rp)

(MPP)

(Rp)

(TRP)

(MPR) (Rp)

0

0

100

0

> 24

> 2160

1

24

90

2.160

> 20

>1360

2

44

80

3.520

> 16

>680

3

60

70

4.200

> 12

>120

4

72

60

4.320

> 8

> – 320

5

80

50

4.000

> 4

> – 640

6

84

40

3.360

> 2

> – 780

7

86

30

2.580

Q Grafik Permintaan Faktor

Kurva hasil penjualan produksi marginal di dalam pasar persaingan tidak sempurna akan selalu terletak di sebelah kiri dari kurva hasil penjualan produksi marginal di dalam persaingan sempurna. Keadaan ini disebabkan karena pada tingkat penggunaan tenaga kerja yang lebih tinggi, harga barang menjadi lebih murah. Maka pada setiap tingkat penggunaan tenaga kerja, tambahan hasil penjualan dalam pasar persaingan tidak sempurna adalah lebih rendah dari yang diperoleh dalam pasar persaingan sempurna.

IV. SIFAT PERMINTAAN KE ATAS FAKTOR PRODUKSI

o Permintaan Terkait

Permintaan seorang pengusaha ke atas factor – factor produksi mempunyai sifat berbeda – beda. Permintaan tsb dipengaruhi oleh keinginan pengusaha untuk menghasilkan barang – barang yang akan dijual ke pasar untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Selama pertambahan penggunaan suatu factor produksi akan menambah keuntungannya, lebih banyak factor produksi tersebut akan digunakannya. Oleh karena permintaan pengusaha ke atas sesuatu factor produksi ditentukan oleh kemampuan factor produksi tsb untuk menghasilkan barang yang dapat dijual pengusaha itu dengan menguntungkan, permintaan ke atas factor – factor produksi dinamakan permintaan terkait / Derived Demand.

o Bentuk Kurva Permintaan Ke Atas Faktor

Kurva permintaan ke atas factor produksi menurun dari kiri atas menuju kanan bawah. Kurva seperti itu menggambarkan bahwa makintinggi harga faktor produksi, makin sedikit permintaan ke atas faktor produksi tsb.Kurva permintaan ke atas sesuatu faktor pada umumnya menurun ke bawah karena

- Perubahan harga akan merubah pendapatan riel pembeli & perubahan pendapatan riel ini selanjutnya mempengaruhi permintaannya.

- Perubahan harga merubah kepuasan relatif dari mengonsumsikan barang itu jika dibandingkan dengan barang lain.

Permintaan ke atas sesuatu faktor produksi digambarkan oleh kurva yang menurun ke bawah disebabkan oleh :

- Harga faktor produksi yang lebih tinggi akan menaikkan harga barang yang dihasilkannya, maka harga barang tsb akan naik & permintaannya berkurang, yang selanjutnya menimbulkan pengurangan ke atas permintaan faktor produksi.

- Perubahan harga akan menimbulkan penggantian dari faktor produksi yang menjadi relatif mahal kepada faktor produksi yang relatif murah.

- Sebagai akibat dari pengaruh hukum hasil lebih yang semakin berkurang.

V. PERGESERAN KURVA PERMINTAAN FAKTOR PRODUKSI

Terdapat beberapa faktor yang dapat menggeser kurva permintaan produsen ke atas faktor – faktor produksi :

ü Perubahan permintaan ke atas barang yang diproduksinya.

ü Perubahan harga dari faktor produksi lain yang digunakan.

VI. ELASTISITAS PERMINTAAN FAKTOR PRODUKSI

Sesuatu perubahan harga factor produksi akan menimbulkan akibat yang berlainan ke atas perubahan jumlah berbagai factor produksi yang digunakan.

Q Elastisitas Permintaan Dari Barang yang Dihasilkan

Makin besar elastisitas permintaan ke atas barang yang dihasilkan, makin besar pula elastisitas permintaan ke atas faktor produksi.

Q Perbandingan di Antara Ongkos yang Dibayar Kepada Faktor Produksi Dengan Ongkos Total

Makin besar bagian dari ongkos produksi total yang dibayarkan kepada sesuatu faktor produksi, makin lebih elastis permintaan faktor produksi tsb.


Q Tingkat Penggantian di Antara Faktor Produksi

Makin banyak faktor – faktor produksi lainnya yang dapat menggantikan sesuatu faktor produksi tertentu, semakin elastis permintaan ke atas faktor produksi tsb.

Q Tingkat Penurunan Produksi Fisik Marginal (MPP)

Makin cepat penurunan produksi fisik marginal makin tidak elastis permintaan ke atas faktor produksi yang bersangkutan.

VII. PENENTUAN PENGGUNAAN OPTIMUM KE ATAS FAKTOR PRODUKSI

Q Gabungan Faktor Produksi yang Meminimumkan Ongkos

Penggunaan faktor – faktor produksi akan meminimumkan ongkos apabila setiap rupiah yang dibayarkan kepada faktor produksi menghasilkan produksi fisik marginal yang sama besarnya. Produksi fisik marginal dari modal & tenaga kerja untuk setiap rupiah adalah

(a) MPP per rupiah dari modal = MPPc

Pc

(b) MPP per rupiah dari tenaga kerja =  MPP l

Pl

Peminimumam ongkos dengan menggunakan 2 faktor produksi yang berbeda harganya adalah

MPP C ® Produksi Fisik Marginal dari Modal

MPP L ® Produksi Fisik Marginal dari Tenaga Kerja

P C ® Harga per unit modal

P L ® Harga per unit tenaga kerja

MPPc = MPP l

Pc          Pl

Apabila MPPc / Pc lebih besar dari MPPl/Pl perusahaan perlu menambah penggunaan modal & mengurangi penggunaan tenaga kerja untuk meminimumkan ongkos. Tapi bila MPPc/Pc lebih kecil dari  MPPl/PL ongkos akan diminimumkan apabila penggunaan modal dikurangi & penggunaan tenaga kerja ditambah.

Q Gabungan Faktor Produksi yang Memaksimumkan Keuntungan

Agar penggunaan sesuatu faktor produksi tertentu menghasilkan keuntungan yang maksimum maka harga faktor produksi harus = hasil penjualan produksi marginal (MRP). Dengan demikian, jika tenaga kerja yang digunakan maka syarat untuk memeksimumkan keuntungan adalah :

PL = MRPL atau MRPL/P l =1

Jika yang digunakan adalah modal maka syaratnya adalah PC = MRPC atau PRPc/Pc = 1

Karena MRP l/Pl =1 dan MRPc/ pc = 1 maka dari kedua persamaan itu dapat disimpulkan bahwa untuk memaksimumkan keuntungan syarat yang harus dipenuhi adalah MPR l /Pl= MPRc/ Pc = 1

2 Tanggapan to “PERMINTAAN KE ATAS FAKTOR – FAKTOR PRODUKSI”

  1. Vino Says:

    Terima kasih,
    tapi saya mau tanya apakah permintaan atas suatu barang akan berkurang ketika penambahan kuantitas yang lebih banyak, hanya berlaku pada pasar persaingan tidak sempurna saja?,lalu bagaimana permintaan atas faktor produksi pada pasar persaingan sempurna?

    terima kasih lg.

  2. emperordeva Says:

    @ Vino : saya sedikit lupa tentang materi ini.. permintaan atas suatu barang tidak saja berlaku pada pasar persaingan tidak sempurna tapi pasar persaingan sempurna pun dapat berlaku demikian,,
    untuk yang berikutnya lebih baik anda mencari literaturnya dibuku disana lebih dijelaskan lebih detail klo saya jelaskan disini saya rasa tidak cukup


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: