Makalah Gambaran Umum Pura Ida Ratu Dukuh Sakti

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Pura catur lawa ida ratu dukuh merupakan salah satu Pura  yang termasuk dalam jajaran pura catur lawa yaitu pura pasek, pura pande, pura ida ratu dukuh dan pura penyarikan.Empat pura yang termasuk dalam catur lawa ini memiliki fungsi yang berbeda beda dalam mengeksistensikan berbagai kegiatan ritual dan spiritual di besakih. Perbedaan fungsi pura catur lawa merupakan pembagian tugas mulia dalam menyukseskan tujuan mulia di pura besakih, yaitu harmonisnya hubungan umat manusia dengan alam lingkungannya, dengan sesama manusia dan harmonis yang tertinggi adalah dengan ida hyang widhi.Pura pasek menyediakan dan menata berbagai keperluan upakara, pura pande menata segala peralatannya . Pura penyarikan manata segala kebutuhan tata usaha dan administrasi agar segalanya berjalan dengan teratur. Sedangkan pura dukuh sebagai penata segala kebutuhan sandang dan pangan, baik yang sacral maupun yang biasa dibutuhkan dalam penyenggaraan kegiatan ritual dan spiritual di pura besakih.

Masing masing pura catur lawa ini sudah memiliki tempat suci tersendiri. Khusus untuk pura ida ratu dukuh, terletak cukup jauh dari penataran agung, yaitu di pujung sari kurang lebih 1,5 km di timur laut pura penataran agung.Inilah yang menjadi salah satu alasan berdirinya pura penyimpenen ida ratu dukuh yang terletak di belakang pura basukian.Meskipun telah eksis berdiri, kondisi pura penyimpenen ida ratu dukuh ini masih sangat sederhana, didasari atas kesepakatan bersama warih ida sebali, pura ini akan direnovasi total, sekaligus terkait dengan penataan pura besakih.Pura penyimpenan catur lawa ida ratu dukuh di bagi menjadi tiga palebahan, yaitu nista, madya dan utama mandala.

Di nista mandala berdiri candi bentar, bale perantenan dan bale pesandekan. Keseluruhan bangunan suci ini sedang dalam proses pemugaran. Di madya mandala, berdiri dua buah bangunan dengan struktur terbuka yaitu gedong simpen dan bale gong.Sedangkan bangunan lain adalah dua buah pengapit lawang dan sebuah candi bentar sebagai pintu masuk dari nista ke madya mandala.

Di utama mandala berdiri sebuah padmasana gedong ratu dukuh dan lima buah bangunan pelengkap pura diantaranya adalah bale paruman, bale pemuja pemangku, bale pawedaan, bale gegitan dan bale peringgitan.Keseluruhan bangunan yang ada di pura ini sedang dalam proses pemugaran dan pembangunan total. Sebelum dilaksanakan pemugaran pura, terlebih dahulu telah dilaksanakan paruman agung dukuh sebali berkaitan dengan karya ida batara turun kabeh dan pemugaran pura catur lawa ida ratu dukuh.

Dalam paruman ini juga diisi pengukuhan pengurus tingkat kabupaten dan ketua pembangunan pura catur lawa ida ratu dukuh besakih.Pembangunan pura telah dilaksanakan dari bulan mei dan direncanakan rampung pada akhir tahun ini, sebelum dilaksanakan karya besar di besakih.Rencana renovasi pura catur lawa ida ratu dukuh ini diperkirakan menelan dana kurang lebih satu setengah miliyar (Made Marta Dinata, Bendahara Pura ratu Dukuh). Keseluruhan biaya yang diperlukan di peroleh dari beberapa sumber baik dari donatur warih ida ratu dukuh seluruh bali, maupun dari pemerintah provinsi bali.Masing masing pura catur lawa memiliki pangempon sendiri,pangempon dalam hal ini berarti yang mengurusi segala sesuatunya agar pura tersebut dapat difungsikan dengan sebaik baiknya oleh umat penyungsung, Artinya pangempon pura ini bukan hanya dari warga pangempon saja yang boleh menggunakan pura ini sebagai sarana untuk menyelenggarakan kehidupan beragama hindu.

Empat Pura catur lawa yang berada di besakih memiliki nilai sakral yang diterapkan dalam system manajemen modern sehingga berbagai kegiatan yang dilaksanakan di pura besakih dapat terlaksana dengan koordinasi yang sebaik baiknya dan terjaminnya upacara yang satwika yadnya sebagaimana yang ada dalam bagawad gita.Pura catur lawa ida ratu dukuh merupakan bagian penting dari sejarah bali. Pembangunan dan perenovasian pura ini juga sekaligus merupakan pemersatuan warga dukuh sehingga dalam perjalanannnya bisa hidup segalak segilik selunglung sebayantaka dan para warih ida ratu dukuh catur lawa selalu ingat dengan luluhur dan segala warisannya.(Jero Mangku Dapet)

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan uraian yang telah dikemukanan, maka dapat dirumuskan masalahnya adalah Bagaimana gambaran   Umum dari Pura Ida Ratu Dukuh ?

1.3. Metode Penelitian

1.3.1. Lokasi dan Objek Penelitian

Lokasi Penelitian dilakukan di Pura Ida Ratu dukuh. Dengan objek penelitian pada gambaran umum Pura ida Ratu Dukuh

1.3.2. Jenis Data

a. Berdasarkan Sifat

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif adalah data yang berupa keterangan – keterangan maupun uraian yang berhubungan dengan masalah yang diamati, yang terdiri dari gambaran umum pura, denah, dan keterangan – keterangan yang menjelaskan hasil dari KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang diperlukan untuk menunjang hasil pembahasan

b. Berdasarkan Sumber

1) Data Primer

Data primer adalah data yang dikumpulkan, dicatat dan diolah pertama kalinya oleh peneliti seperti kegiatan upacara di Pura Ida Ratu Dukuh

2) Data Skunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh merupakan data yang sudah jadi tidak diolah oleh peneliti karena sudah diolah oleh pihak lain, dimana data tersebut diperoleh dari dalam Panitia Pura Ida Ratu Dukuh maupun dari sumber lain yang ada hubungannya dengan KKN (Kuliah Kerja Nyata). Data tersebut terdiri Tabel upacara dan Upakara,

1.3.3. Teknik Pengumpulan Data

Teknik Penumpulan data yang digunakan dalam penumpulan data ini adalah

  1. Observasi

Teknik pengumpulan data ini dilakukan dengan cara melakukan pengamatan langsung terhadap kegiatan Kegiatan Upacara di Pura Ida Ratu Dukuh

  1. Wawancara

Teknik pengumpulan data dengan wawancara dilakukan dengan cara tanya jawab secara langsung dengan pihak Panitia dan pemangku yang berkompeten. Wawancara dilakukan dengan para Pemangku untuk memberikan informasi mengenai hal – hal yang berhubungan dengan penulisan laporan KKN (Kuliah Kerja Nyata) seperti, Kegiatan Upacara

1.3.4. Teknik Analisis Data

Adapun teknik analisi data yang dipergunakan adalah analisisi non sstatistik yaitu Deskriptif kualitatif merupakan data yang diperoleh diuraikan secara sistematis sehingga diperoleh kesimpulan yang rasional

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Gambaran Umum Pura Ida Ratu Dukuh Sakti

Menurut  Jero Mangku Upa Jiwa, bahwa Pura Dukuh Sakti di sebelah utara Pura Penataran Agung Besakih tergolong Pura Catur Lawa. Pura Catur Lawa lainnya adalah Pura Pasek, Pura Pande, dan Pura Penyarikan. Di samping ada Pura Catur Lawa sebagai bagian yang tidak terpisahkan dengan Pura Agung Besakih terdapat pula Pura Catur Dala atau Pura Catur Loka Pala yaitu empat kompleks pura yang menjadi unsur utama dari Pura Besakih.

Empat pura yang disebut Pura Catur Lawa itu memiliki fungsi yang berbeda-beda dalam mengeksistensikan berbagai kegiatan ritual dan spiritual di Pura Besakih. Tetapi perbedaan-perbedaan fungsi Pura Catur Lawa itu sebagai pembagian tugas untuk menyukseskan tujuan mulia upacara di Pura Besakih yaitu harmonisnya hubungan umat manusia dengan alam lingkungannya, dengan sesama manusia dan harmonis yang tertinggi adalah dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Pura Pasek menyediakan dan menata berbagai keperluan upakara, Pura Pande menata segala peralatannya. Pura Penyarikan menata segala kebutuhan tata usaha administrasi agar segala sesuatu berjalan dengan teratur. Sedangkan Pura Dukuh Sakti sebagai penata berbagai keperluan sandang pangan, baik yang sakral maupun yang biasa yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan kegiatan ritual dan spiritual di Pura Besakih.

Masing-masing Pura Catur Lawa itu memiliki pangempon tersendiri. Pangempon dalam hal ini berarti yang mengurusi segala sesuatunya agar pura tersebut dapat difungsikan dengan sebaik-baiknya oleh umat panyungsung. Artinya pangempon pura ini bukan berarti hanya warga pangempon saja yang boleh menggunakan pura ini sebagai sarana untuk menyelenggarakan kehidupan beragama Hindu.

Demikianlah Pura Dukuh Sakti ini sebagai Pura Catur Lawa dan sebagai pangempon-nya adalah warga Dukuh Sagening. Pura Dukuh Sakti ini bukanlah semata-mata sebagai Pura Padharman Warga Dukuh Sagening. Yang lebih menonjol sebagai Pura Catur Lawa Pura Agung Besakih.

Sekarang untuk mencapai Pura Dukuh Sakti ini dapat dilalui dengan kendaraan bermotor, baik mobil maupun sepeda motor lewat Pura Peninjoan. Di Pura Dukuh Sakti ini terdapat pelinggih utama berupa Meru Tumpang Lima sebagai pemujaan Hyang Sangkul Putih. Beliau ini adalah orang suci yang memiliki jasa besar untuk mengatur berbagai kegiatan upacara yadnya di Pura Besakih.

Pura Dukuh Sakti ini nampaknya sebagai pasraman tempat belajar dan latihan bertapa dengan Sangkul Putih sebagai penuntun spiritual. Istilah Dukuh sesungguhnya sebutan Dwijati. Ia tidak keliling menjumpai umat memberikan tuntunan rohani. Dukuh adalah Dwijati yang menetap di asramanya. Umat yang membutuhkan tuntunanlah yang datang ke asrama sang Dukuh.

Hak inilah yang dalam kitab Sarasamuscaya dinyatakan bahwa pandita sebagai sang Patirthan. Maksudnya salah satu fungsi pandita di suatu paguyuban umat sebagai tempat untuk memohon penyucian diri. Pura Dukuh Sakti inilah sebagai media pasraman sang guru suci untuk melayani umat yang mohon tuntunan penyucian diri kepada sang pandita. Dwijati yang demikian itulah yang disebut Dukuh (Jero Mangku Ketut Rapet).

2.2. Latar Belakang Nama Pura Dukuh Sakti

Hal yang menyebabkan Pura Catur Lawa itu disebut Pura Dukuh Sakti. Sakti menurut pengertian Pustaka Wrehaspadi Tattwa 14 dalam ulasan bahasa Jawa Kunonya yang dikutip

“Sakti ngarania ikang sarwa jnyana

Sakti ngarania ikang sarwa jnyana

lawan sarwakarta (Wrehaspati Tattwa.14)”

Maksudnya:

Sakti namanya adalah yang banyak ilmu pengetahuan (sarwa jnyaya) dan banyak melakukan karya berdasarkan ilmu tersebut (sarwa karta).adalah sebagai sebutan mereka yang sudah memiliki banyak ilmu atau sarwa. Jnyana dan juga sudah banyak melakukan kerja nyata sebagai upaya mewujudkan ilmu yang dimiliki. Di Pura Dukuh Sakti ini berstana Sang Hyang Sangkul Putih yang memang sakti.

Kesaktian Sangkul Putih itu sebagaimana dinyatakan  dalam Pustaka Werehaspati Tattwa 14. Artinya beliau Sangkul Putih itu benar-benar dwijati yang memiliki banyak ilmu atau Samiajnyanam atau memiliki Para Widia dan Apara Widia. Maksudnya memiliki ilmu tentang kerohanian dan tentang ilmu dunia nyata ini yang disebut Apara Widya. Menurut Prasasti Penataran Agung A. Putra, Pura Dukuh Sakti ini didirikan pada abad ke-15 Masehi saat Dalem Waturenggong sebagai Raja di Klungkung (Jero Mangku Seridana).

Tentunya keberadaan fisik Pura Dukuh Sakti saat itu tidak seperti sekarang. Keadaan fisik Pura Dukuh Sakti sekarang sudah banyak mendapatkan perhatian umat dan Pemda Bali dengan berbagai perbaikan pelinggih yang sudah rusak. Pujawali di Pura Dukuh Sakti ini setiap tahun sekali berdasarkan Chandra Premana yaitu pada Purnamaning Sasih Kapat. Di pura ini terdapat juga pelinggih bebaturan sebagai pertanda zaman kejayaan Hindu Siwa Pasupata.

Meskipun sampai saat ini Hindu di Bali berada di bawah Hindu Siwa Sidhanta, peninggalan-peninggalan Siwa Pasupata tetap dipelihara dan amat dihormati. Demikian juga di Pura Dukuh Sakti ini didirikan juga Pelinggih Manjangan Saluwang yang mengingatkan kita pada kejayaan Mpu Kuturan mendampingi raja menata kehidupan umat dalam mengamalkan ajaran agama Hindu di Bali. Karena jasa-jasa Mpu Kuturan itulah diperingati dengan suatu bentuk pelinggih yang amat khas yang disebut Pelinggih Manjangan Saluwang. Pelinggih untuk mengingat jasa-jasa Mpu Kuturan banyak di Pura Dewa Pratistha dan Atma Pratistha.

Sumber : Seorang mahasiswa UNHI (engk mau disebutkan namanya, yang jelas ini hasil penelitiannya)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: